Surabaya- Menciptakan Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira adalah fondasi penting untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif. Saat ini, sekolah-sekolah menghadapi tantangan signifikan seperti perundungan, konflik antar siswa, tekanan akademis, dan masalah kesejahteraan mental.
Tantangan-tantangan ini mempengaruhi iklim belajar dan perkembangan siswa secara keseluruhan, menjadikan penciptaan lingkungan yang kondusif sebagai prioritas utama dalam mendukung proses pembelajaran yang positif dan produktif hal ini menjadi perhatian prioritas pemerintah,
Dalam hal ini Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi sangat esensial. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai pendamping akademik tetapi juga sebagai penopang kesejahteraan mental, emosional, dan sosial siswa. Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga kesehatan mental siswa dan dalam menangani masalah-masalah yang mempengaruhi suasana belajar, seperti perundungan, kekerasan, dan isu social.
Muh Klasin, S.Pd Guru BK SMP Negeri 34 Semarang merupakan satu-satunya peserta wakil dari Kota Semarang jenjang SMP yang mengikuti Bimtek BK Region 2 di Surabaya dalam rangka menciptakan sekolah yang aman nyaman dan gembira (2-6/12/2024).
Sekolah yang aman, nyaman, dan gembira adalah sekolah yang dapat membuat seluruh warga sekolahnya merasa aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut, intimidasi, kekerasan seksual, dan perundungan. Di sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, suasana belajar dan hubungan antar warga sekolahnya terjalin positif.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, antara lain:
Sekolah yang aman, nyaman dan Gembira adalah sekolah yang seluruh warga sekolahnya terbebas dari rasa takut, intimidasi, kekerasan seksual dan perundungan sehingga tercipta suasana kondusif untuk belajar dan hubungan antar warga sekolahnya terjalin positif.
Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan siswa, di antaranya:
Peran Guru BK dalam implementasinya di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya:
Yaitu suatu sistem rancangan program kegiatan yang tujuannya untuk mendeteksi dini tindakan terjadinya kekerasan, perundungan atau pelecehan yang dapat berpotensi menimbulkan rasa tidak aman, nyaman dan gembira di sekolah.
Dalam rangka menciptakan sekolah yang aman nyaman dan gembira, Guru BK SMP Negeri 34 Semarang Muh Klasin, S.Pd melakukan inisiasi program inovasi pengaduan atau pelaporan dengan cara online. Peserta didik melakukan scan QR Code dan mengisi form pengaduan atau pelaporan. selanjutnya Guru BK akan menerima notifikasi sebagai data permulaan.
Untuk mendapatkan informasi dari siswa yang terkadang mereka membatasi diri, maka guru BK mengoptimalkan peran “Spy Kids” atau Mata-mata kecil (pemberi informasi). keberadaan mereka sangat dirahasiakan supaya tidak terjadi konflik of interest antar peserta didik. Spy kids inilah yang diharapkan dapat memberikan informasi atau deteksi dini apabila terjadi kejadian di kalangan mereka dan selanjutnya guru BK menindaklanjuti sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku.
Selain mengoptimalkan peran “Spy Kids” Untuk mencegah tindakan kekerasan di dunia maya, Guru BK melakukan Patroly Cyber dengan “mata-mata Medsos” menggunakan akun anonim. hal ini dikarenakan peserta didik akan melakukan bloking terhadap akun yang dikenali atau milik guru atau warga sekolah lainya
Setiap hari jadwal jumat bersih peserta didik melakukan kebersihan bersama dan dalam layanan BK terintegrasi GPS 3M yakni Gerakan Pungut sampah tiga menit. hal ini diaharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengajarkan keberagaman serta toleransi sehingga tindakan kekerasan dapat dihindari.
Strategi Layanan BK PRIMA Berbasis Data
Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Namun, efektivitas layanan BK sering kali terhambat oleh minimnya sistem pencatatan data yang terstruktur, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta rendahnya strategi layanan berbasis data.
Hal ini mengakibatkan layanan BK menjadi kurang optimal dan tidak tepat sasaran (Nugroho & Suryadi, 2021). Oleh karena itu, diperlukan model layanan BK yang lebih Profesional, Responsif, Inovatif, Manajerial, dan Akuntabel berbasis data, yang dikembangkan dalam konsep Si Bimko Prima Beda.
Di SMP Negeri 34 Semarang, layanan BK berbasis data mulai diterapkan untuk meningkatkan efektivitas layanan kepada siswa. Melalui rekam bimbingan konseling konseli, strategi BK dapat lebih terarah dan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi layanan BK berbasis data yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Penulis: Muh Klasin, S.pd
Guru BK SMP Negeri 34 Semarang