▶PERAN GURU BK MENCIPTAKAN SEKOLAH YANG AMAN NYAMAN DAN GEMBIRA

 

Surabaya- Menciptakan Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira adalah fondasi penting untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif. Saat ini, sekolah-sekolah menghadapi tantangan signifikan seperti perundungan, konflik antar siswa, tekanan akademis, dan masalah kesejahteraan mental.

Tantangan-tantangan ini mempengaruhi iklim belajar dan perkembangan siswa secara keseluruhan, menjadikan penciptaan lingkungan yang kondusif sebagai prioritas utama dalam mendukung proses pembelajaran yang positif dan produktif hal ini menjadi perhatian prioritas pemerintah,

Dalam hal ini Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi sangat esensial. Guru BK tidak hanya berfungsi sebagai pendamping akademik tetapi juga sebagai penopang kesejahteraan mental, emosional, dan sosial siswa. Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga kesehatan mental siswa dan dalam menangani masalah-masalah yang mempengaruhi suasana belajar, seperti perundungan, kekerasan, dan isu social.

 

 

Muh Klasin, S.Pd Guru BK SMP Negeri 34 Semarang merupakan satu-satunya peserta wakil dari Kota Semarang jenjang SMP yang mengikuti Bimtek BK Region 2 di Surabaya dalam rangka menciptakan sekolah yang aman nyaman dan gembira (2-6/12/2024).

Sekolah yang aman, nyaman, dan gembira adalah sekolah yang dapat membuat seluruh warga sekolahnya merasa aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut, intimidasi, kekerasan seksual, dan perundungan. Di sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, suasana belajar dan hubungan antar warga sekolahnya terjalin positif.

 

 

 

 

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan gembira, antara lain:

 

  • Menciptakan lingkungan fisik dan psikis yang mendukung. Lingkungan fisik yang positif dapat diwujudkan dengan menata ruang kelas, memperhatikan lingkungan luar kelas, dan menjaga kebersihan dan kerapian.
  • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa lebih banyak berinteraksi dan merasa aman dan nyaman.
  • Menjalin komunikasi dengan siswa. Interaksi positif antara siswa dan guru dapat membuat siswa merasa lebih dekat dan peduli dengan guru.
  • Menciptakan budaya positif siswa dengan cara saling berbagi makanan, menyapa guru-guru, dan bersikap sopan dan hormat.
  • Menempatkan satpam sekolah untuk menjaga keamanan.
  • Memberikan imbauan positif, seperti “Sekolah Ramah Anak”, “Stop Bullying”, dan “Dilarang Merokok”

Sekolah yang aman, nyaman dan Gembira adalah sekolah yang seluruh warga sekolahnya terbebas dari rasa takut, intimidasi, kekerasan seksual dan perundungan sehingga tercipta suasana kondusif untuk belajar dan hubungan antar warga sekolahnya terjalin positif.

Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan siswa, di antaranya:

  • Guru BK memberikan dukungan psikologis kepada siswa, guru, dan staf sekolah untuk memastikan kesejahteraan mental, emosional, dan akademis siswa.
  • Membangun sikap disiplin
  • Guru BK berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan kolaborator dalam membangun sikap disiplin peserta didik.
  • Membantu mengembangkan karakter
  • Guru BK membantu siswa mengembangkan karakter disiplin, mengembangkan pemahaman diri, dan mengembangkan kemampuan memberikan empati.
  • Membantu mengatasi masalah perilaku
  • Guru BK bekerja sama dengan guru, orang tua, dan administrator untuk mengembangkan strategi yang dapat meningkatkan perilaku positif siswa.
  • Menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat
  • Guru BK berkolaborasi dengan guru dan staf sekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan ramah bagi semua siswa.
  • Guru BK memberikan pendampingan secara intensif kepada siswa agar dapat memilih sesuai dengan kemampuan, bakat, serta minatnya.
  • Menjadi tempat curhat siswa
  • Guru BK berusaha netral dalam menanggapi permasalahan yang dihadapi siswa di rumah.

 

 

Peran Guru BK dalam implementasinya di sekolah dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya:

 

  • Membangun nilai-nilai positif: Mengedepankan nilai-nilai kejujuran, kesetaraan, dan saling menghormati.
  • Melakukan Identifikasi Kebutuhan Peserta didik, Assesmen diagnostik (Mengenal Potensi bakat Minat Peserta didik)
  • Mengajarkan keberagaman dan toleransi: Melalui kegiatan bersama seperti Jumat Sehat, Jumat Bersih dan Jumat religi untuk kebersamaan.
  • Meningkatkan pengawasan: Khususnya di area-area yang berpotensi terjadi perundungan, seperti toilet, Kantin, dan lapangan dengan menggambar titik rawan potensi terjadinya tindak kekerasan.
  • Menerapkan aturan disiplin yang tegas: Dengan pendekatan yang mendidik atau disiplin positif.
  • Menugaskan guru piket dan wali kelas: Untuk mengkonsentrasikan perhatian pada hal-hal tersebut bekerjasama dengan Humas sekolah.
  • Membuat kebijakan dan regulasi yang jelas (Standart Operasional Pelayanan): Mengenai Alur pencegahan dan penanganan perundungan.
  • Menggunakan scan barcode SISTEM APLIKASI PENGADUAN ONLINE 34 “SIAP 34” untuk digitalisasi pengaduan dan pelaporan perundungan.
  • Melakukan konseling individu atau konseling kelompok kepada korban, pelaku, maupun saksi mata.
  • Menciptakan Sistem Informasi manajemen Strategi Anti Bullying di SMP Negeri 34 Semarang (Si MAS ABI 34)
  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN STRATEGI ANTI BULLYING di SMP NEGERI 34 SEMARANG “SI MAS ABI 34”

Yaitu suatu sistem rancangan program kegiatan yang tujuannya untuk mendeteksi dini tindakan terjadinya kekerasan, perundungan atau pelecehan yang dapat berpotensi menimbulkan rasa tidak aman, nyaman dan gembira di sekolah.

 

 

 

 

 

  • SISTEM APLIKASI PENGADUAN ONLINE

 

Dalam rangka menciptakan sekolah yang aman nyaman dan gembira, Guru BK SMP Negeri 34 Semarang Muh Klasin, S.Pd melakukan inisiasi program inovasi pengaduan atau pelaporan dengan cara online. Peserta didik melakukan scan QR Code dan mengisi form pengaduan atau pelaporan. selanjutnya Guru BK akan menerima notifikasi sebagai data permulaan.

 

  • “SPY KIDS” dan Patroli Cyber

 

Untuk mendapatkan informasi dari siswa yang terkadang mereka membatasi diri, maka guru BK mengoptimalkan peran “Spy Kids” atau Mata-mata kecil (pemberi informasi). keberadaan mereka sangat dirahasiakan supaya tidak terjadi konflik of interest antar peserta didik. Spy kids inilah yang diharapkan dapat memberikan informasi atau deteksi dini apabila terjadi kejadian di kalangan mereka dan selanjutnya guru BK menindaklanjuti sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku.

Selain mengoptimalkan peran “Spy Kids” Untuk mencegah tindakan kekerasan di dunia maya, Guru BK melakukan Patroly Cyber dengan “mata-mata Medsos” menggunakan akun anonim. hal ini dikarenakan peserta didik akan melakukan bloking terhadap akun yang dikenali atau milik guru atau warga sekolah lainya

 

  • Kegiatan Jumat Bersih dan GPS 3M (Gerakan Pungut Sampah 3 Menit)

 

Setiap hari jadwal jumat bersih peserta didik melakukan kebersihan bersama dan dalam layanan BK terintegrasi GPS 3M yakni Gerakan Pungut sampah tiga menit. hal ini diaharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan mengajarkan keberagaman serta toleransi sehingga tindakan kekerasan dapat dihindari.

 

Strategi Layanan BK PRIMA Berbasis Data

 

Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan siswa, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional. Namun, efektivitas layanan BK sering kali terhambat oleh minimnya sistem pencatatan data yang terstruktur, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta rendahnya strategi layanan berbasis data.

Hal ini mengakibatkan layanan BK menjadi kurang optimal dan tidak tepat sasaran (Nugroho & Suryadi, 2021). Oleh karena itu, diperlukan model layanan BK yang lebih Profesional, Responsif, Inovatif, Manajerial, dan Akuntabel berbasis data, yang dikembangkan dalam konsep Si Bimko Prima Beda.

Di SMP Negeri 34 Semarang, layanan BK berbasis data mulai diterapkan untuk meningkatkan efektivitas layanan kepada siswa. Melalui rekam bimbingan konseling konseli, strategi BK dapat lebih terarah dan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi layanan BK berbasis data yang lebih sistematis dan terintegrasi.

 

Penulis: Muh Klasin, S.pd

Guru BK SMP Negeri 34 Semarang